Benarkah Bayi Bisa Alergi ASI? SpectrababyID - Kehamilan Dan Menyusui Jumat, 09 Oktober 2026

     Pernah dengar istilah “bayi alergi ASI”? Tenang Moms, sebenarnya bayi tidak alergi terhadap ASI itu sendiri. Dalam kondisi tertentu, bayi yang menyusu langsung dari payudara Moms dapat mengalami reaksi terhadap protein makanan tertentu yang dikonsumsi ibu dan dalam jumlah kecil dapat masuk ke ASI.

 

     Salah satu kondisi yang cukup dikenal adalah Cow’s Milk Protein Allergy (CMPA) atau alergi protein susu sapi. Pada sebagian bayi yang sensitif, protein susu sapi yang dikonsumsi ibu dapat menjadi pemicu reaksi, meskipun kondisi ini relatif jarang pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

 

 

     Lalu, seperti apa tanda-tandanya? Reaksi alergi atau sensitivitas terhadap protein makanan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Pada saluran pencernaan, misalnya, bayi dapat mengalami muntah, diare, perut tidak nyaman, atau BAB yang mengandung lendir. Pada kulit, beberapa bayi dapat mengalami ruam atau eksim. Bayi juga bisa menjadi lebih rewel atau mengalami ketidaknyamanan yang terus berulang.

 

     Namun, perlu diingat bahwa gejala-gejala tersebut tidak otomatis berarti bayi mengalami CMPA. Diare, muntah, eksim, atau bayi rewel juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Karena itu, diagnosis sebaiknya dilakukan oleh dokter dan tidak hanya berdasarkan satu atau dua gejala saja.

 

 

     Apakah Ibu Harus Berhenti Menyusui? Jawabannya: tidak selalu ya Moms! Jika bayi dicurigai mengalami CMPA dan masih mendapatkan ASI, menyusui umumnya tetap dapat dilanjutkan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan ibu untuk melakukan eliminasi makanan tertentu, terutama produk yang mengandung protein susu sapi, selama periode tertentu untuk melihat apakah gejala bayi membaik.

 

     Namun, jangan langsung menghindari banyak jenis makanan sendiri, ya. Pembatasan makanan yang terlalu luas dapat membuat kebutuhan nutrisi ibu tidak terpenuhi. Jika memang perlu menjalani diet eliminasi, sebaiknya dilakukan dengan arahan dokter atau ahli gizi, kemudian makanan pemicu dapat diperkenalkan kembali secara terencana untuk membantu memastikan penyebab gejalanya.

 

     Kapan Harus Segera ke Dokter? Moms perlu lebih waspada jika bayi mengalami BAB berdarah, muntah atau diare yang terus-menerus, kesulitan bernapas, pembengkakan, atau pertumbuhan dan berat badan yang tidak sesuai. Beberapa kondisi tersebut membutuhkan evaluasi medis segera.

 

     Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa si kecil “alergi ASI”, ya Moms. ASI bukan musuh bagi bayi. Jika muncul gejala yang mencurigakan, tetap tenang, lanjutkan menyusui bila aman, dan konsultasikan kondisi bayi kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat.

 

Yuk, cek video selengkapnya di link di bawah ini:
https://www.instagram.com/reel/DZKaMEbzI_P/?obrf=dzducXByNHZuODNw