Moms pernah dengar istilah Let Down Reflex (LDR)? Biasanya, LDR lebih sering dibahas dalam konteks menyusui atau pumping. LDR adalah refleks alami yang membantu ASI mengalir keluar ketika payudara mendapatkan stimulasi. Tapi ternyata, mekanisme serupa juga terjadi pada sapi loh!
Pada sapi, proses ini dikenal sebagai milk ejection reflex atau refleks pengeluaran susu. Saat anak sapi mulai menyusu atau puting mendapatkan stimulasi ketika proses pemerahan dimulai, tubuh sapi akan melepaskan hormon oksitosin.
Hormon oksitosin kemudian membuat sel-sel otot kecil di sekitar alveoli, yaitu bagian tempat susu disimpan, berkontraksi. Kontraksi ini membantu mendorong susu menuju saluran susu hingga akhirnya keluar melalui puting.
Menariknya, proses pemerahan sapi juga memperhatikan stimulasi sebelum susu dikeluarkan. Ambing (kelenjar susu) biasanya dibersihkan dan diberikan stimulasi selama beberapa saat sebelum pemerahan. Rangsangan tersebut membantu memicu pelepasan oksitosin sehingga proses pengeluaran susu dapat berlangsung lebih optimal.
Tidak hanya stimulasi, kondisi emosional sapi juga dapat memengaruhi milk ejection. Ketika sapi merasa takut, stres, atau kesakitan, respons stres tubuh dapat menghambat proses pelepasan dan kerja oksitosin. Akibatnya, susu yang sebenarnya sudah diproduksi tetap ada, tetapi menjadi lebih sulit dikeluarkan.
Jadi, apakah sapi bisa LDR?
Bisa Moms! Walaupun istilah yang digunakan pada sapi adalah milk ejection reflex, mekanismenya memiliki kemiripan dengan Let Down Reflex pada manusia.
Ternyata, proses menyusui pada mamalia memang punya banyak kesamaan ya Moms!
Yuk, simak video selengkapnya di link di bawah ini:
https://www.instagram.com/reel/DaxMnfLgT53/?igsh=MTRhcGo0NDJjdnpoNQ

0 Comments